CONTOH DISAIN

CONTOH DISAIN

Senin, November 09, 2009

Lahirnya Nabi Besar

Lahirnya Sang Nabi Besar (Chapter Three)
Kelahiran Nabi di Tahun Gajah
Tanggal 12 Rabiul Awwal, tahun 570 M, ketika bulan bercahaya, hadirlah seorang bayi mulia yang diberi nama Muhammad Ibn Abdullah Tahun kelahiran sang bayi mulia ini disebut juga tahun Gajah oleh Quraisy. Mengapa disebut tahun Gajah? Gajah ini simbol adanya agresi militer yang dilancarakan, Abrahah al-Habsyi , seorang penguasa dari Yaman yang hendak merobohkan Ka’bah. Dalam benaknya jika Ka’bah hancur tentulah para penziarah tidak akan lagi datang ke Mekkah , dan ia sendiri akan memaksa para penziarah untuk datang ke kota Shana’a , ibu kota Yaman untuk berziarah seperti halnya berziarah ke Ka’bah. Di Shana’a sang raja telah menyiapkan tempat ziarah yang dihiasi dengan keramik, emas dan permata.
Misi menghancurkan Ka’bah ini bukanlah hanya sekedar misi agama saja, namun kepentingan ekonomi lebih mendasari keinginan Abrahah agar banyak devisa yang akan mengalir ke kas Negara jika para peziarah datang ke sana’a.
Bergeraklah pasukan Abrahah dengan menggunakan mesin perang modern ketika itu, yaitu Gajah.
Agresi Abrahah ini memang sudah diketahui oleh masyarakat Quraisy ketika itu. Meskipun suku Quraisy dikenal gagah berani, tidak takut terhadap lawan, namun ketika menghadapi pasukan yang lebih banyak dari mereka yang dilengkapi senjata modern dengan mesin perang yang canggih pula, tentulah bukan lawan seimbang bagi mereka. Upaya politik dilakukan oleh Abdul Muthalib untuk mengadakan perundingan dengan Abrahah. Namun Abrahah bersikeras dan tidak mau berkompromi, , “Pokoknya Ka’bah harus hancur “ begitu dalam benaknya.

Ka’bah kan Milik Allah !!!
Di saat keputus asaan melanda warga Quraisy, Abdul Muthalib kemudian hanya meminta satu permohonan saja. Hanya minta mengembalikan 200 ekor unta miliknya yang disita pasukan Abrahah di lua kota Mekkah. Tentulah Abrahah heran dan tidak habis pikir, “Kok ketika kotanya akan diserang, orang ini malah ngurusin untanya?? Apa ia tidak takut kepada saya??? Padahal kotanya diambang kehancuran? Dan tidak takut lagi ketika meminta, padahal Abrahah dikenal bengis dan kejam.
Dengan enteng Abdul Muthalib hanya menjawab, bahwa unta-unta itu miliknya dan ia harus mengurusnya, sedangkan Ka’bah itu milik Allah dan pastilah Allah akan melindunginya.
Ternyata benarlah yang dikatakan Abdul Muthalib , karena Allah pemilik Rumah Nya, maka pastilah Allah akan melindunginya. Ketika Abrahah memberi aba-aba kepada pasukannya untuk menyerang, tiba-tiba Gajah itu panik dan menolak masuk ke kota Mekkah. Namun ketika diarahkan ke lain arah, anehnya Gajah itu mau berjalan. Tiba-tiba cuaca berubah, langit menjadi hitam gelap dan tiba-tiba datang sekelompok burung yang melempari Abrahah dan pasukannya hingga binasa dan sebagian pasukan lari kocar kacir dan akhirnya mati mengenaskan di padang pasir yang tandus termasuk Abrahah sendiri.
Beberapa sejarahwan mengatakan, bahwa burung-burung itu membawa wabah pula yang mungkin penyakit campak dan kolera.
Di tahun inilah lahir seorang bayi mulia, penghibur sang ibu yang sebelumnya tertelan kesedihan ditinggal sang suami. Begitu pula menjadi kebangaan sang kakek yang telah kehilangan anak yang sangat disayaginnya,. Abdullah
Seperti anak lainnya dalam tradisi Arab ketika itu, ketika seorang bayi lahir, maka sang bayi diserahkan kepada seorang wanita yang bertugas sebagai perawat dan menyusuinya sekaligus serta tinggal di pendalaman. Hikmah diu balik penyusuaan ini, sang bayi mulia ini akan fasih dalam berbicara karena bahasa yang akan digunakan kelak karena masih asli dan belum tercampur dengan gaya bahasa lainnya, selain ia mampu hidup nantinya di iklim semenanjung Arab. Sejarah tidak akan pernah melupakan wanita yang merawat sang bayi, yaitu Halimatusa’diyyah.

Masa Kecil dan Wafatnya Ibunda
Masa kecil Muhammad Ibn Abdullah dihabiskan di kampung Bani Sa’ad yang terletak tidak jauh dari kota Mekkah. Setelah lima tahun, beliau dikembalikan ke rumah kakeknya Abdul Muthalib , dan ibunya, Aminah. .
Beberapa bulan kemudian, Aminah .
mengajak anaknya berziarah ke kuburan ayahnya di Yastrib (Madinah sekarang) .
, sekaligus memperkenalkan bibi-bib beliau dari pihak ayah dari marga Bani Najjar. Perjalanan dari Mekkah ke Yastrib yang jauhnya sekita 500 km ditempuh dalam waktu kurang lebih satu bulan. Rombongan ini yang terdiri dari Aminah, Muhammad dan seorang pembantu menetap sementara di Yastrib sebelum
Akhirnya pulang ke Mekkah. Dalam perjalanan pulang, Aminah sakit keras dan akhirnya wafat dalam perjalanan, kemudian dikuburkan di daerah Abwa
Dalam usia 6 tahun Rasulullah telah menjadi yatim piatu dan beliau sekarang diurus kembali oleh kakeknya Abdul Muthalib. Dari sang kakek, beliau mendapat curah kasih sayang dan kelembutan. Sang kakek sering mengajak beliau pergi seperti pertemuan-pertemuan dengan para pemuka Quraisy di sekitar Ka’bah dan lainnya.
Abdul Muthalib sendiri ketika itu telah berusia lebih dari 100 tahun dan 2 tahun sejak meninggalnya sang ibu, sang kakek yang sangat menyanyanginnya, meninggal dunia.

Babak Baru Dalam Sejarah; Peran Sang Paman
Mulailah babak baru dalam sejarah perjalanan Nabi, yaitu dengan masuknya salah satu pamanya dari pihak bapak yaitu. Abu Thalib Ibn Abdul Muthalib Abu Thalib termasuk orang yang mempunyai andil besar terhadap Nabi dan dakwah Islam di kemudian hari.
Abu Thalib memutuskan untuk mengasuh anak saudaranya yang yatim piatu dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan dan perlindungan. Dan perlakuan Abu Thalib ini akhirnya membuat Nabi terhibur atas kesedihan setelah ditinggalkan kakek dan ibunya.
Abu Thalib sendiri tidak saja memperlakukan Nabi seperti anaknya sendiri, bahkan diperlakukan lebih dari pada anaknya sendiri. Ini terlihat ketika Abu Thalib melindungi Nabi sekuat tenaga sampai akhir hayatnya.

Nabi Mulai Berbisnis

Masa muda Nabi tidak dihabiskan di bangku sekolah, madrasah atau universitas manapun, karena pendidikan saat itu hanya bagi kalangan mampu dan kaya. Meskipun Abu Thalib cukup terkenal di kalangan Quraisy, namun ia bukanlah orang yang kaya dan itu disadari oleh Nabi. Nabi sendiri berupaya agar secepat mungkin bisa bekerja agar tidak merepotkan pamannya, yaitu secepat mungkin bisa membantu bisnis daganggan pamanya.
Setelah menginjak usia ke 13, Nabi mulai diajak pamannya berbisnis dalam satu ekspedisi pedagangan menuju Syria. Selama perjalanan, Nabi banyak membantu Abu Thalib dan sambil belajar (learning by doing) kiat-kiat berbisnis dari pamannya. Selain ikut berbisnis dengan pamannya, pemuda ini tidak malu mencari pekerjaan lain, meskipun mengembala kambing dangan gaji yang minim.
Keistimewaan pemuda ini sudah terlihat sejak kecil, dimana beliau tidak suka menyia-nyiakan waktunya bermain yang tidak berguna. Beliau tidak suka berbicara panjang lebar, ia dikenal berprilaku tenang, berwibawa, cenderung suka menyendiri dan sering mengamati lingkungan di sekelilingnya. Ia tidak suka pula Clubing, pergi ke tempat hiburan yang biasa dilakukan teman-teman seumurnya.

Bersambung

Kang Ackmanz

Ditulis pada hari Senin yang lalu · Laporkan Catatan

Rabu, Mei 27, 2009

http://www.blogger.com/mobile-start.g
Aksi Brutal Terminator Salvation


Terminator Salvation (macworld)
Jakarta - Terminator Salvation rupanya tak hanya berniat untuk menggebrak layar bioskop. Lewat game eksklusifnya di iPhone dan iPod Touch, John Connor dibantu rekan misteriusnya juga dituntut untuk menyelamatkan dunia dari cengkraman para robot.

Ya, selain John, karakter yang bisa dimainkan gamer adalah Marcus Wright. Kenapa disebut misterius? Sebab, Marcus dikisahkan sebagai seorang robot yang merasa dirinya sebagai manusia. Misteri jati diri Marcus pun bakal terkuak ketika gamer sudah menyelesaikan seluruh misi.

Alur cerita game bertipe third person shooter ini masih selaras dengan versi filmnya. Gamer harus melalui delapan level permainan, dengan menghadapi para bos robot di tiap levelnya.

Sejumlah jenis robot yang wara-wiri di versi filmnya pun ikut nongol di game ini. Sebut saja robot model T-800, 101 dan robot lainnya yang dibuat oleh Skynet.

Dalam game ini, gamer akan dibawa ke dalam petualangan peperangan. Ada enam jenis senjata yang bisa digunakan sang jagoan untuk menghancurkan para robot-robot tersebut, dan setting pertempuran dilakukan di dalam dan luar ruangan.

Dilansir Macworld dan dikutip detikINET, Jumat (24/4/2009), durasi memainkan game ini (playtime) terbilang singkat, di kisaran 2-3 jam.

Pun demikian, game yang versi filmnya diperankan oleh Christian Bale itu termasuk jajaran game premium. Untuk dapat memainkannya, gamer harus merogoh kocek US$ 7,99 - US$ 9,99 dan baru akan diluncurkan pada awal Mei nanti.

Namun hal itu sepertinya cukup terbayar, karena grafis impresif yang dihasilkannya. Hanya saja, gamer masih harus beradaptasi dengan kontrol permainan karena menggunakan layar sentuh (touch screen). ( ash / faw )
http://www.blogger.com/mobile-start.g

Kamis, Mei 21, 2009

Arsitektur
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas,
arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke levelmikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk
kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

* 1 Ruang lingkup dan keinginan
* 2 Teori dan praktek
* 3 Sejarah
* 4 Kesimpulan
* 5 Lihat pula
* 6 Pranala luar
Ruang lingkup dan keinginan
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan /Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb.

Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah
beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.

Teori dan praktek

Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktek tidak boleh terlalu ditekankan, meskipun banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. Vitruvius berujar: "Praktek dan teori adalah akar arsitektur. Praktek adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah
proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara
yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan
bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang
berpraktek tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai
bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktek hanya
berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada
teori dan praktek, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil
rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan".

Sejarah

Untuk lebih jelas lihat artikel utama: Sejarah arsitektur
Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang
kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi).
Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia
menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan
praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat
proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang
arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi.
Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan
di banyak bagian dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus
produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas
bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan
dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan
sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam
masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai
bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti
khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah
karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik
dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual,
tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan
untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting
daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan kultus
individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara
seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada
tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di
dalamnya masih bersifat umum.
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering),dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah "arsitek priyayi"yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantiktanpa menekankan konteksnya.
Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika
menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk
berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau
melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran
dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan
pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund
(dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik
merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus
(dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur
sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktekkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengandasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh
kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki
sebagai "master". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena
kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, sertadampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Moderndengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa "gubuk berhias /decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek / duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatanArsitektur Post-Modern.
Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka
pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis
atau estetis pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan
kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang
dapat ditempati. Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris
Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam
perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Peneilitian mendalam dalam berbagai
bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses
perancangan.
Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin
daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam
pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun demikian, arsitek
individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya.
Contohnya, sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis
sekarang ini, namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.
Kesimpulan
bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masihdirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, ataumelalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksibangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima olehmasyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernahmenjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara
masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijulukisebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.